Keamanan dari Program Jahat

Keamanan Dari Program Jahat

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan program jahat! Sebutkan contoh program jahat!

    Program Jahat menjelaskan aplikasi atau kode berbahaya yang merusak atau mengganggu perangkat titik akhir sehingga tidak bisa berjalan normal. Saat perangkat terinfeksi program jahat, Anda mungkin mengalami akses yang tidak sah, data disusupi, atau terkunci dari perangkat hingga Anda membayar uang tebusan.

    Orang yang menyebarkan program jahat, dikenal juga sebagai penjahat cyber, dimotivasi oleh uang dan akan menggunakan perangkat yang terinfeksi untuk melancarkan serangan, misalnya untuk mendapatkan kredensial perbankan, mengumpulkan informasi pribadi yang dapat dijual, menjual akses ke sumber daya komputasi, atau memeras korban agar memberikan informasi pembayaran.

Contoh-contoh Program Jahat antara lain :

1.Bacteria

2.Logic bomb

3.Trapdoor

4.Trojan horse

5.Virus

6.Worm

7.Spam

8.Spyware

2. Jelaskan apa saja akibat yang ditimbulkan dari program jahat!

    Akibat dari serangan program jahat pada laptop bisa membuat performa laptop melambat, file penting tidak terbaca atau hilang, hingga peretasan akun. Virus komputer mampu memperbanyak dirinya sendiri sehingga memori menjadi kecil. Hal ini membuat komputer sering hang atau freeze, lalu mengubah ekstensi pada file dan program yang membuat program/file tersebut tidak bisa digunakan. Juga, dapat mencuri data pribadi seseorang tanpa sepengetahuan orang tersebut. Selain itu, virus juga dapat merusak hardware pada komputer.

    Faktanya, hampir 95% virus menyerang pengguna sistem operasi windows. Sisanya menyerang Linux/GNU, Mac, FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.


3. Sebutkan dan jelaskan tindakan apa saja yang dilakukan sebagai antisipasi terhadap program jahat!

Menginstall Antivirus
    Solusi ideal terhadap ancaman program jahat adalah pencegahan. Setelah pencegahan terhadap masuknya virus untuk pertama kali, maka pendekatan berikutnya yang dapat dilakukan adalah:

1. Deteksi: begitu infeksi telah terjadi, tentukan bahwa infeksi memang telah terjadi dan cari lokasi virus2. 
2. Identifikasi: begitu virus terdeteksi maka identifikasi virus yang menginfeksi program.
3. Penghilangan: setelah virus teridentifikasi maka hilangkan semua jejak virus dari program yang terinfeksi dan program dikembalikan seperti semula.Jika deteksi sukses dilakukan, tapi identifikasi atau penghilangan tidak dapat dilakukan, maka alternatif yang dilakukan adalah hapus program yang terinfeksid dan kopi kembali backup program yang masih bersih.

Comments

Popular posts from this blog

Web Content

Penerapan Web Science di dalam Teknologi Informasi